Thursday, April 3, 2014

RAPPELING, AIR TERJUN SRI GETUK JOGJAKARTA


Selama datang teman teman traveler! Saya akan berbagi cerita tentang pengalaman saya mencoba Rappeling dan saya lupa apa namanya yang saya ingat namanya ini Zero Line di daerah Jogjakarta. Saya juga ingin mengajak teman traveler untuk mencoba hal baru yang extrem tetapi sangat aman, yaitu Rappeling.

Ini merupakan pertama kalinya saya mencoba olahraga extrem ini, berawal dari ajakan abang saya yang memberitahu saya untuk packing di akhir pekan karena akan ikut traveling ke Jogjakarta. Hal pertama yang terlintas dari pikiran saya ialah candi Borobudur dan candi Prambanan, dan tentu saja, JL. Malioboro. Tetapi ia menekankan bahwa tujuannya bukan lah ke tempat tersebut, melainkan Rappeling. Ya masih terasa asing bagi saya pertama kali mendengan kata ini, abang saya menjelaskan bahwa Rappeling merupakan olahraga turun tebing, tetapi ini melalui air terjun setinggi 30meter. Kaget saya mendengar penjelasan barusan, ya bagaimana tidak, mendadak saya disuruh pergi coba traveling ke Jogja beberapa hari lagi dan langsung mencoba olahraga ekstrem ini, tertawa saya dalam hati, membayangkan apa yang akan saya lalui nantinya. saya langsung memikirkan untuk mendapat foto nantinya sebagus mungkin karna ini juga lah yang membuat saya gemar traveling, mengumpulkan banyak foto kemudian di jadikan satu dalam bingkai besar nantinya.

Langsung lanjut pada perjalanan saya menuju Jogjakarta melalui stasiun Pasar Senen. sekitar pukul 10 malam kami rombongan pergi menggunakan kereta ekonomi ac, dan di perkirakan akan sampai pada pukul 5 pagi. Kami masuk rombongan satu gerbong dengan rombongan bapak-bapak karyawan yang terlihat akrab satu sama lain, menurut cerita yang saya dengar dari teman saya yang ngobrol dengan bapak-bapak di samping kursinya mereka adalah rombongan pekerja yang pulang pada akhir pekan dan selalu pergi dalam satu gerbong rombongan, akan tetapi mereka tidak turun dalam satu stasiun, mereka beli tiket di kordinir oleh satu ketua rombongan, karna seringpulang pada akhir pekan dan selalu bertemu dalam satu kereta, maka mereka jadi akrab satu sama lain, hal inilah yang menjadikan mereka rombongan yang selalu pergi pulang satu gerbong pada akhir weekend.

hal unik saya liat disini, karna sebelum nya saya pernah naik kereta ke Jogja memakai ekonomi ac, tapi kali ini berbeda, ketika kereta sudah dalam perjalanan dalam 30menit, tibatiba semua penumpang di gerbong saya langsung bubar dan saling mencari tempat tidur, terkejut saya, karna ada yang sampai tidur di bawah bangku dimana saya duduk, seluruh lorong penuh dengan bapak bapak yang tidur dengan alas koran dan kardus, reflek saya mengambil gambar melihat hal unik di depan mata..

foto lorong depan saya duduk, gabisa lewaaaat, kalo mau lewat harus jalan samping bangku kayak spiderman.
Yah namanya juga traveling, bukannya terlelap tidur saya malah asik melihat sekeliling saya yang dalam sekejab dari semua penumpang duduk di kursi tiba tiba berubah posisi dalam hitungan beberapa menit, satu kata, "ajaib!" hahaha

akhirnya sampai di Stasiun Lempuyangan, Jogjakarta 
Setibanya kami di stasiun Lempuyangan, langsung berangkat lagi menggunakan elf carteran langsung menuju lokasi kami Rappeling. Saya lupa berapa jam waktu perjalanan karna saya tertidur pulas di dalam mobil hahaha.

Setibanya kami di lokasi Air terjun Sri Getuk, jam menunjukkan pukul 10 pagi dan badan saya masih terasa pegal karna nonstop perjalanan dari stasiun Senen sampai lokasi Rappeling. Saat turun dari mobil saya merasakan udara sejuknya perbukitan Jogja, sinar matahari terasa hangat di kulit walaupun jam sudah menunjukkan pukul 10 siang, hawa dingin terasa ketika semilir angin menghembus melewati kulit saya, entah dari mana saya langsung mendapatkan tenaga kembali dan langsung bersemangat untuk cepat cepat mencoba Rappeling ini. 

musholah di lokasi wisata air terjun Sri Getuk

setelah selesai berganti pakaian kami langsung menuju ke lokasi tempat kami akan mencoba rappeling, lumayan jauh dan agak pegal memang mengingat medan yang kami hadapi naik turun tangga. 

Lokasi tempat kami akan rappeling, sekitar 30 meter kebawah hanya ditempuh dalam waktu kurang dari 10 menit.

duduk dulu menikmati tingginya tebing 30 meter hehe
hayo siapa mau terjun dibawah ada kolam bisa di coba hayo..
kami mendapat briefing terlebih dahulu dari tim rappeling Sri Getuk sebelum turun, kami di ajarkan bagaimana menahan tali yang benar ketika kami turun karena kami turun benar benar sendirian tanpa bantuan dari siapapun, tetapi kami diingatkan kembali bahwa ini sangat aman, semua tergantung keberanian peserta mau turun apa tidak, mau cepat apa tidak dalam turun semua tergantung kemauan kami.

setelah menunggu agak lama karna ada sekitar lebihdari 12 peserta, akhirnya giliran saya yang turun dari atas ke bawah, saya mencoba membawa kamera waterproof saya untuk mencoba selfie di tengah air terjun, awalnya guide saya mengingatkan saya agar berhati hati dan sebaiknya tidak membawa kamera sendiri, biar dia yang ambil gambarnya saja, namun karna saya sangat penasaran dan apalagi ini pengalaman yang mingkin bila saya lewatkan dalam waktu lama saya belum mungkin akan balik kesini lagi, maka saya tekadkan untuk tetap mengambil gambar sendiri. Tetapi saya juga meminta teman dari bawah untuk mengambil gambar selagi saya di tengah air terjun, maka inilah gambar saya di tengah air terjun Sri Getuk.

gaya dolooooo sebelum turun haha

jadi kakinya harus lurus tegak karna di bawah situ ada palung 1 meter, jadi ada tekniknya sebelum turun
dari bawah saya keliatan kecil, karna tingginya air terjun

#RAPPELING, SRI GETUK, JOGJAKARTA
merupakan olahraga ekstrem yang sangat aman menurut saya, karna di rombongan kami ada ibu-ibu dan bapak-bapak yang lumayan besar tinggi tapi tetap dapat seimbang turun kebawah, walaupun mengalami sedikit kendala.

sekian cerita saya, semoga yang membaca menjadi cepat cepat ingin mencobanya, satu hal dari saya ketika anda berada ditengah air terjun tersebut "MENAKJUBKAN":)

No comments:

Post a Comment